KPU Buleleng Dikepung Massa, Polisi Kerahkan Pasukan Dalmas
GOOGLE NEWS
BERITABULELENG.COM, BULELENG.
Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng dikepung sejumlah massa salah satu pendukung bakal calon legeslatif, kedatangan massa itu akibat ketidakpuasan massa yang calonnya tidak terplih di salah satu TPS di Kelurahan Banjar Jawa.
Aksi kedatangan massa itu juga dipicu akibat penangkapan dua pemuda yang diduga sebagai provokator. Demikianlah sekelumit skenario yang dilakukan Jajaran Polres Buleleng dalam kegiatan Simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) Kota dalam rangkaian kesiapan pengamanan tahapan Pemilu 2024, Rabu 4 Oktober 2023 yang dipusatkan di Lapangan Bhuwana Patra Singaraja.
Kapolres Buleleng AKBP I Made Dhanuardana memimpin langsung pelaksanaan kegiatan simulasi yang juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna, Dandim 1609 Buleleng Letkol Kav. Angga Nurdiyana bersama sejumlah Forkopimda Buleleng, KPU Kabupaten Buleleng dan Bawaslu Buleleng.
“Kita hari ini melaksanakan simulasi terkait dengan sistem pengamanan kota dalam rangka operasi mantap Brata nanti yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2023, kita melaksanakan kegiatan ini terkait dengan apa-apa saja yang nantinya akan terjadi, mengantisipasi baik itu dari masyarakat akan ketidakpuasan dari masing-masing masyarakat pendukung salah satu paslon,” ungkap Kapolres Dhanuardana.
Dalam kegiatan simulasi sispamkota itu melibatkan 630 personel dari berbagai Satuan diJajaran Polres Buleleng termasuk Polsek-Polsek pendukung.
“Terkait dengan persiapan ini kita melibatkan seluruh personil baik dari polres sampai dengan Polsek, terkait dengan bagaimana nanti prosedurnya tentang prosedurnya SOP-nya tahap-tahapnya sudah ditentukan oleh peraturan Kapolri,” papar Kapolres.
Kegiatan simulasi yang berlangsung sehari penuh itu diawali dengan apel kesiapan yang dikomando langsung Kapolres Dhanuardana hingga dilanjutkan pelaksanaan simulasi yang diawali dengan pengamanan kampanye terbuka di Desa Tukadmungga yang memunculkan terjadi insiden kecil dengan pelemparan terhadap caleg DPRD, bahkan kemudian dalam proses pemungutan suara juga terjadi insiden yang memicu adaya pergerakan massa.
Editor: Robby Patria
Reporter: Made Suartha