Kepastian Sertifikat Hak Milik Tanah Warga Sumberklampok Tuntas - Beritabuleleng.com

News

61 Tahun Berjuang

Kepastian Sertifikat Hak Milik Tanah Warga Sumberklampok Tuntas

Rabu, 22 September 2021 | 21:55 WITA
Kepastian Sertifikat Hak Milik Tanah Warga Sumberklampok Tuntas

beritabali/ist/Kepastian Sertifikat Hak Milik Tanah Warga Sumberklampok Tuntas.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabuleleng.com, Buleleng.
Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan sertifikat hak milik tanah garapan kepada warga Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng pada Rabu, 22 September 2021.
Koster mengatakan hari ini merupakan hari bersejarah dan membahagiakan bagi warga Desa Sumberklampok, karena baru mendapatkan sertifikat kepemilikan hak atas tanahgarapan secara gratis dibiayai penuh dari APBN. Sehingga, lanjutnya, mereka memiliki kepastian masa depan, setelah mengalami perjuangan yang cukup panjang yaitu selama 61 tahun, sejak tahun 1960.
Menurut informasi, warga Desa Sumberklampok telah menempati tanah ini secara turun temurun sejak tahun 1923, pada saat perabasan hutan untuk menjadi kawasan perkebunan oleh Pemerintah Belanda (eigendom verpoonding). Namun warga belum memiliki tanda bukti kepemilikan yang sah. Tanah yang ditempati dan digarap seluas 612,93 hektar.
Selama menggarap dan menguasai tanah tersebut, warga belum memiliki bukti hak kepemilikan atas tanah yang ditempati sebagai tempat tinggal dan lahan garapan. Kondisi ini terus berlanjut, karena ketika warga mengajukan permohonan hak milik, belum ada kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Bali dengan pihak warga, sehingga warga tidak memiliki kepastian hukum atas tanah yang ditempati dan digarap.
Hal ini mengakibatkan nasib warga semakin tidak jelas, mengingat sejak tahun 1993 masa pengelolaan tanah oleh Yayasan Kebaktian Proklamasi telah berakhir.
"Setelah mempelajari dokumen riwayat tanah, dan melakukan pembahasan dengan Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bali, Saya dapat mempertimbangkan permohonan warga untuk memperoleh hak atas tanah yang ditempati dan digarap melalui kebijakan Reforma Agraria," katanya.
Adapun yang dijadikan sebagai dasar pertimbangan adalah : pertama, secara faktual warga telah menempati/menggarap tanah secara turun temurun  sejak tahun 1923. Kedua, warga telah berjuang untuk memperoleh hak atas tanah yang ditempati/digarap sejak tahun 1960; ketiga, secara faktual telah terbentuk Desa Adat Sumberklampok sejak tahun 1930. 
Keempat, secara faktual telah terbentuk Desa Dinas Desa Sumberklampok sejak tahun 1967, Kemudian menjadi Desa dinas yang definitif pada tahun 2000.
 
Halaman :

TAGS : Berita Buleleng Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Buleleng Berita Buleleng Terkini Berita Buleleng Hari Ini Info Buleleng Beritabuleleng Informasi Buleleng


Beritakarangasem.com - Media Online Karangasem Bali Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Karangasem, Bali, Nasional dan Dunia.



News Lainnya :


Berita Lainnya