Turyapada Tower Selesai Tahap 1, Solusi Blank Spot Siaran TV di Buleleng Segera Hadir
GOOGLE NEWS
BERITABULELENG.COM, BULELENG.
Pembangunan tahap 1 Turyapada Tower yang terletak di Desa Pegayaman, Sukasada, Buleleng, kini telah mencapai 100 persen.
Sebagai menara multifungsi, Turyapada Tower tidak hanya berfungsi sebagai pemancar siaran televisi, tetapi juga diharapkan menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan.
Dengan rampungnya tahap pertama ini, masyarakat Bali, khususnya di wilayah Buleleng, dapat segera menikmati manfaat dari menara ini.
Baca juga:
Imigrasi Singaraja Deportasi WNA Australia karena Penyalahgunaan Visa, PVB Dipulangkan ke Adelaide
Pj Gubernur Bali, SM Mahendra Jaya, menyampaikan hal tersebut dalam pertemuannya dengan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, I Gede Agus Astapa, di Kantor Gubernur Bali pada Senin (30/9) siang.
"Kita akan segera melakukan soft launching agar fungsinya dapat dioptimalkan. Jangan sampai aset Pemprov yang sudah selesai ini tidak digunakan dan menjadi rusak," tegas Mahendra Jaya.
Turyapada Tower menjadi harapan besar bagi masyarakat Buleleng, yang selama ini mengalami blank spot siaran televisi dan harus mengandalkan parabola untuk menangkap sinyal.
Keberadaan menara ini akan mengatasi masalah tersebut, sehingga siaran televisi tanpa parabola bisa dinikmati seperti di wilayah Denpasar yang hanya menggunakan antena biasa.
"Buleleng sangat menunggu hadirnya Turyapada Tower sebagai solusi blank spot siaran televisi," ujar Mahendra Jaya.
Ia menegaskan bahwa proyek ini tidak semata-mata untuk tujuan komersial, melainkan lebih kepada kepentingan sosial bagi masyarakat Bali.
Ketua KPID Bali, I Gede Agus Astapa, menyambut baik rampungnya pembangunan tahap 1 menara ini dan menyatakan bahwa 4 penyelenggara MUX (Multipleksing), yakni ANTV, Metro TV, Nusantara TV, dan TVRI, siap memanfaatkan Turyapada Tower.
Uji coba siaran dummy oleh ANTV dijadwalkan mulai tanggal 2 Oktober 2024, dan berlangsung selama 20 hari.
"Daya pancarnya diperkirakan akan mencakup wilayah Bali Utara, Barat, dan Timur. Ini merupakan langkah maju bagi penyiaran di Bali," ungkap Agus Astapa.
Dengan selesainya tahap pertama ini, Bali selangkah lebih dekat untuk memberikan layanan siaran televisi berkualitas kepada masyarakat di wilayah yang sebelumnya terpinggirkan oleh masalah sinyal.
Mahendra Jaya memastikan bahwa Pemprov Bali akan memanfaatkan menara ini secara maksimal untuk kepentingan publik.
Turyapada Tower bukan hanya menjadi pemancar televisi, tetapi juga simbol perkembangan infrastruktur penyiaran di Bali.
Baca juga:
Pengundian Nomor Urut Pilkada Buleleng 2024: Sutjidra Nomor 2, Sugawa Korry Nomor 1, Apa Maknanya?
Selain meningkatkan kualitas siaran, menara ini diharapkan menjadi ikon baru yang menarik wisatawan ke wilayah Buleleng.
Editor: Aka Kresia
Reporter: Rilis Pers